Jumat, 09 September 2011

Mengusung Harapan

            Cuaca sangat terik hari ini, berada di bawah atap genteng pun tak mampu meredam terpaan suhu yang panas. heheheh entah hanya aku yang merasa atau memang semua orang di Joegja saat ini juga merasakan hal yang sama. Tergelitik untuk menulis dan sedikit bercerita, bukan untuk mengekspose sesuatu dalam hidupku, tapi hanya ingin mengurangi sedikit beban yang aku takutkan mampu mengurangi rasa syukurku kepada Tuhan. Kenapa aku tak bercerita saja pada sahabat-sahabatku atau kawan-kawanku?yaaah sulit mengawali cerita hidupku, bahkan untuk berdongeng kepada sahabat. lebih senang membiarkannya liar sendiri dalam pikiranku dan melakukan sesuatu untuk mengubahnya menjadi lebih baik. Jadi, tulisan ini hanya mediaku untuk menawarkan sedikit beban agar langkahku ringan, agar beban tersebut tak jadi beban lagi dalam pundakku, tapi jadi sebuah pegangan untuk meraih mimpiku. semoga......
           Semester tujuh, memasuki tahun keempat dalam perkuliahanku dan teteng bengek kegiatan yang kulakukan serambi menuntut ilmu. Beberapa sahabat dan kawanku mungkin telah memahami betul bagaimana hidupku berjalan, bagaimana aku melalui kesulitan hidup demi kedua orang tuaku, oleh karena itu aku tak berani lagi banyak bercerita kepada mereka. aku hanya takut mereka bosan mendengar kisah hidup yang isinya hanya kesulitan semata. Tapi memiliki sahabat seperti mereka membuatku sangat bersyukur, mereka memberikan apa yang tidak bisa kudapat, mereka mengenalkanku banyak hal, mereka selalu mampu mengembangkan senyumku yang sering tertutupi mendung, mereka pandai membuatku amnesia tentang beratnya menjalani hidup, tanpa aku bercerita kepada mereka. 
        Tapi entah kenapa, aku selalu kesulitan utnuk bercerita kepada mereka, selalu kesulitan untuk menunjukkan bahwa terkadang aku capek dan ingin ada tempat menangis, selalu kesulitan untuk membiarkan mereka melihatku rapuh. Aku hanya pandai berpura-pura kuat, pandai berpura-pura tegar, kemudian di belakang pintu kamar aku akan menangis jika letih dan capek menerjang. Jangan tanyakan pula kemana orang spesialmu yang dulu selalu setia menopangmu saat kekuatanmu rapuh??tak ada lagi dia,,tak ada lagi siapapun,,mungkin saat ini dia telah menemukan sebab kebahagiaannya yang lain,,dan selama setahun ini aku telah mampu menempa keikhlasanku melepasnya ke dunia yang dia cari, dunia yang mampu membuatnya lebih bahagia. Tuhanlah yang saat ini dan selalu setia mendengarku bercerita tentang jalan yang terjal, yang dengan khidmat memperhatikan harapan dan keinginanku, dan menempatkan keadaan untuk kebaikanku di masa yang akan datang. 
       hidup telah menempaku dengan sangat hebat, bukan hanya sebatas hal kecil saja seperti patah hati, namun juga kehidupan ekonomi keluarga. dan saat ini, saat aku menulis huruf-huruf ini, aku sedang berada di puncak kecapaian yang tak terbendung lagi. ingin tidur sebentar dan mengalami amnesia sementara, ingin menanggalkan ragaku sebentar, sebentarrrrr saja, bolehkah Tuhan?. Kemudian ketika aku bangun kembali, aku berharap telah memperoleh kekuatanku lagi untuk menghadapi belokan dan tanjakan jalan hidup. tapi aku takut menjadi hamba yang tidak bersyukur, aku takut mendholimiMu, Tuhanku. aku tak ingin mengeluh,,tapi aku butuh bercerita dan mentransfer sedikit pegal dan kesal. Ampuni aku jika aku termasuk hambaMu yang lupa bersyukur Tuhan.
      Semoga setelah terbangun nanti, aku mampu memperoleh kekuatan untuk mewujudkan impian dan harapan kedua orang tuaku, karena demi mereka aku telah sampai di titik hidupku saat ini, karena demi kebahagiaan mereka aku melupakan semua keinginanku yang sebenarnya. semua untuk pengorbanan mereka, Tuhan.
Setiap jam 2 malam, bapak akan bangun dan menyeka wajahnya dengan air wudhu, berangkat ke rumahMu dan berharap putrinya ini menjadi wanita yang sukses dunia dan akhirat. menghabiskan seluruh tanah warisannya untuk pendidikanku dan kesuksesanku. memohon-mohon pinjaman utang ketika tak ada uang untuk pendidikanku. Dan satu hal yang aku takutkan adalah aku tak bisa menjadi apa yang mereka inginkan. hah...aku menangis sebentar,,,dan biarkan kuselesaikan ketakutan dan keletihanku saat ini.

"Tuhan, kau boleh tidak mewujudkan keinginanku, tapi tolong wujudkan keinginan mereka, keinginan kedua orang tuaku"
amin..

~memagut asa yang tercecer di Joegja~
10 September 2011

        
Rabu, 07 September 2011

25 Hari

Tuhan merancang 25 hari untukku

Kau tahu utk apa 25 hari itu?

25 hari itu
Tuhan mendekatkan teman lama seperti keluarga

25 hari itu
Tuhan memberikan saudara baru untuk berbagi suka n duka

25 hari itu
Tuhan membimbingku lewat tangan2 yg menuntun tanpa pamrih

25 hari itu
Tuhan mengenalkan kesederhanaan n kerendahan hati padaku

25 hari itu
Tuhan mengajak pengetahuan n pengalaman mendewasakan pikiranku

Dan d hari k-25
Tuhan melihat air mata kehilanganku ketika kaki hrs beranjak dr tempat ni

~Gondol,250811~








 
Copyright 2009 Padang Mimpi